Dua Hari Terkoreksi, Jakarta Islamic Index Rebound

Indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) mampu membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (29/11/2017), justru saat IHSG berakhir melemah.
Renat Sofie Andriani | 29 November 2017 18:10 WIB
Pengunjung memantau perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) , di salah satu kantor sekuritas di Jakarta. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah Jakarta Islamic Index (JII) mampu membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (29/11/2017), justru saat IHSG berakhir melemah.

JII ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,07% atau 0,53 poin di level 730,56 setelah dibuka dengan pelemahan 0,18% atau 1,34 poin di level 728,68.

Rebound JII pada penutupan perdagangan hari ini mengakhiri pelemahan selama dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Sepanjang perdagangan hari ini, JII bergerak fluktuatif di kisaran 726,82-732,14.

Dari 30 saham syariah yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 12 saham syariah menguat, 15 saham melemah, dan 3 saham syariah stagnan.

Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang melesat 4,63% menjadi pendorong utama terhadap pergerakan JII pada akhir perdagangan hari ini, diikuti TPIA (+3,64%) dan ADRO (+3,50%).

Berbanding terbalik dengan JII, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berakhir melemah pada penutupan perdagangan hari ini.

IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,15% atau 9,35 poin di level 6.061,37, setelah dibuka turun 0,07% atau 4,28 poin di level 6.066,43.

Padahal pada perdagangan Selasa (28/11), IHSG mampu membukukan rebound 0,10% atau 6,13 poin di 6.070,72, level penutupan tertinggi sepanjang masa. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak cenderung negatif di kisaran 6.045,34 – 6.073,90.

 

Saham-saham syariah yang mendorong indeks JII hari ini:

Kode

(%)

UNTR

+4,63

TPIA

+3,64

ADRO

+3,50

EXCL

+5,03

 

 

 

 

Saham-saham syariah yang menekan indeks JII hari ini:

Kode

(%)

UNVR

-1,52

TLKM

-0,94

ASII

-0,30

INDF

-1,30

 

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, indeks syariah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top