Potensi Zakat Indonesia Rp200 Triliun, Tapi...

Potensi dana yang dihimpun dari zakat dan wakaf di Indonesia sangat besar.
Abdul Rahman | 25 Januari 2018 00:14 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (dari kiri), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin, Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo, berbincang di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (24/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Potensi dana yang dihimpun dari zakat dan wakaf di Indonesia sangat besar.

Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo mengatakan potensi dana zakat di Indonesia mencapai Rp200 triliun.

"Namun, yang terhimpun baru Rp5,2 triliun," katanya di sela-sela penandatanganan Nota Kesepahaman Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah antara BI dan Majelis Ulama Indonesia di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Adapun luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 4,3 miliar meter persegi. Menurutnya, jika dua potensi tersebut dimaksimalkan,  keuangan syariah di Indonesia bisa bersaing dengan konvensional.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bambang Sudibyo mengatakan, pihaknya menargetkan pengumpulan zakat tahun ini naik menjadi Rp6 triliun.

Dia memaparkan bahwa sejak 2001 sampai 2016 pertumbuhan dana zakat Indonesia mencapai 27%. jauh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di kisaran 5,4%.

"Dugaan kami hal ini karena masyarakat muslim di Indonesia sudah semakin patuh membayar zakat," pungkasnya.

Tag : zakat
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top