Jakarta Islamic Index Menguat 0,36% pada Akhir Sesi I, DItopang UNVR & BRPT

JII menguat 0,36% atau 2,42 poin ke level 666,51 pada akhir sesi I, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,25% atau 1,69 poin di level 665,78.
Aprianto Cahyo Nugroho | 10 Agustus 2018 13:53 WIB
Jakarta Islamic Index. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), mempertahankan penguatannya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (10/8/2018).

JII menguat 0,36% atau 2,42 poin ke level 666,51 pada akhir sesi I, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,25% atau 1,69 poin di level 665,78.

Pada pada perdagangan Kamis (9/8), JII ditutup melemah 0,37% atau 2,44 poin di level 664,09.

Sepanjang perdagangan hingga akhir sesi I hari ini, indeks syariah bergerak pada level 664,33-667,82. Sebanyak 16 saham menguat, 12 saham melemah, dan 2 saham stagnan dari 30 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang menguat 0,93% menjadi penopang utama terhadap penguatan JII siang ini, diikuti saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang menguat 6,1%.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,46% atau 28,15 poin ke level 6.093,40 pada akhir sesi I, setelah mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,32% atau 19,55 poin di posisi 6.084,80.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak positif pada level 6.081,09 – 6.107,70.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 205 saham menguat, 139 saham melemah, dan 254 saham stagnan dari 598 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di teritori positif dengan support utama sektor properti (+1,10%) dan finansial (+0,85%). Adapun sektor pertanian dan aneka industri menetap di zona merah, masing-masing terkoreksi 1,49% dan 0,69%.

 

Saham-saham indeks syariah yang menguat siang ini:

UNVR

+0,93%

BRPT

+6,10%

TLKM

+0,57%

PTBA

+2,29%

Saham-saham indeks syariah yang melemah siang ini:

ASII

-0,67%

UNTR

-0,89%

ADRO

-1,29%

INTP

-1,34%

 Sumber: Bloomberg

Tag : indeks syariah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top