Industri Syariah Dipacu Dengan Cara Ini

Bank Indonesia melakukan matching business dengan sejumlah entitas bisnis syariah di Indonesia melalui ajang Road to Indonesia Sharia Economic Festival atau ISEF kelima tahun ini.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 05 Oktober 2018 01:47 WIB
Desainer Indonesia Vivi Zubaedi melalui Vivi Zubaedi Foundation bekerja sama dengan Bank Indonesia mengembangkan usaha syariah di Indonesia bernama IKRA. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia melakukan matching business dengan sejumlah entitas bisnis syariah di Indonesia melalui ajang Road to Indonesia Shari’a Economic Festival atau ISEF kelima tahun ini.

Kepala Departemen Ekonomi dan Finansial Syariah, M. Anwar Bashori mengatakan kegiatan ini adalah business forum yang menggabungan ekonomi dan keuangan syariah.

Programnya adalah menghubungkan para entitas bisnis syariah untuk saling bekerjasama dan memperkuat jaringan. Diharapkan upaya itu bisa mendorong bisnis syariah di Indonesia bisa tumbuh optimal.

“Harapannya, kami dengan klaster event ini bisa bertemu dengan pengusaha, stakeholder, semua terpola sehingga tidak satu jalan. Kita bicaranya ekosistem. Nah, harapannya, mengapa ada hal yang perlu dibangun nantinya adalah kawasan halal,” ujar Anwar di Jakarta Convention Center, Kamis (4/10/2018).

Menurut Anwar saat ini pemerintah tengah mengupayakan ekosistem halal value chain. Pasalnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang ingin menjadikan Indonesia pusat ekonomi syariah di dunia, maka penting mengadakan lebih banyak literasi soal ekonomi syariah.

Pasalnya, halal value chain itu menggunakan pilar ekonomi syariah. Beberapa konsep utamanya adalah, pertama, mengidentifikasi usaha-usaha syariah di Indonesia.

Misalnya saja, semua makanan di Indonesia itu sudah syariah karena secara de facto sudah halal di Indonesia, tetapi secara de jure masih perlu sertifikasi sehingga membutuhkan proses.

“Itu sudah sumber dan kebutuhannya di dalam wilayah sendiri sudah bisa membiayai diri sendiri.

Tahap kedua, jika komunitas bisnis syariah sudah terbentuk misalnya di Bandung perlu dipikirkan ekspansi berupa ekspor produk pakaian syariah ke luar negeri.

“Fashion di Indonesia itu terbaik di dunia. Sayang kalau hanya lokal pasar, tetapi untuk keluar, hijab kita paling jago. Hijab Vivi, Dian Pelangi, dan harus dikoneksikan dan asal ada isu yang lain. Ternyata ada banyak komunitas yang bagus dan bisa dibawa keluar, namun itu tidak mungkin dia berdiri sendiri. Itu dikoneksikan dengan desainer. Salah satunya kita koneksikan hari ini,” tutur Anwar.

Ketiga, infrastruktur lain yang menentukan ekspansi bisnis syariah tingkat lokal adalah penunjang bisnis. Misalnya, kawasan halal dan logistik halal.

Anwar berpendapat, di Indonesia banyak sekali bisnis syariah yang belum tersertifikasi. Padahal, ambisi Indonesia yang cukup besar menyamai Dubai sebagai hub bisnis syariah.

“BI akan ikut mengakurasi pembinaan UMKM syariah ini. Selama ini BI sudah ada pembinaan UMKM. Namun, tanpa ketergantunhan dengan subsidi mereka harus bisa dan dibimbing tampilannya. Sehingga ada pemahaman bisnis syariah ini bukan masalah agama, ini di Jepang dan Malaysia sudah ada tempat yang menyediakan makanan dan fasilitas, sehingga Indonesia juga bisa punya pandangan yang berbeda di mata dunia,” tuturnya.

Sementara itu, desainer Indonesia, Vivi Zubaedi pihaknya melalui Vivi Zubaedi Foundation bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk mendorong bisnis syariah melalui program IKRA alias Industri Kreatif Indonesia.

“Fungsi IKRA ini sebagai program usaha syariah skala kecil dan skala besar, dapat mendafatrkan diri ke produk kita ini. Nanti dilakukan saat launching IKRA dilakukan pada ISEF 2018. Fokusnya IKRA adalah makanan dan pakaian dan nantinya mereka bisa saling didistribusikan,” kata Vivi.

Tag : bank indonesia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top