WISATA RELIGI: Indonesia Berpeluang Kembangkan Wisata Syariah

Wisata religi berbasis syariah di Tanah Air diprediksi terus berkembang mengikuti tren gaya hidup yang kembali ke alam.
Thomas Mola | 02 Oktober 2014 18:50 WIB
Ilustrasi: Pengunjung Mesjid Kubah Emas - Antara/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA -- Wisata religi berbasis syariah di Tanah Air diprediksi terus berkembang mengikuti tren gaya hidup yang kembali ke alam. Kebutuhan akan hotel dengan layanan syariah juga ikut terkerek.

Chairman Sofyan Hotels Tbk Riyanto Sofyan mengatakan kebutuhan hotel dengan layanan syariah di Indonesia terus meningkat.

Hotel syariah menawarkan keunikan karena pengunjung ingin situasi yang nyaman, makanan yang halal dan kondusif.

"Hotel syariah memiliki ceruk pasar tersendiri. Layanan syariah menjadi keunggulan karena semua orang ingin situasi yang nyaman," ujarnya di Jakarta kepada Bisnis.com.

Dia menuturkan, pasar Islamic tourism secara global pada 2012 mencapai U$D175 miliar. Angka itu jauh lebih tinggi dari pada dana umroh haji yang hanya sebesar U$D16 miliar.

Menurutnya, pasar wisata religi memiliki banyak produk sehingga potensi untuk berkembang sangat besar.

Di Indonesia, Sofyan mengklaim, dalam 2 hingga 3 tahun terakhir minat untuk hotel dengan brand syariah terus meningkat karena Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia.

Adapun, Sofyan Hotel merupakan salah satu hotel yang mengusung brand syariah.

Perseroan konsisten untuk mengembangkan bisnis baik dari sisi pendanaan hingga layanan di hotel dengan pola syariah.

"Entitas bisnis semuanya syariah dari hilir sampai hulu, dari pembiayaan hingga layanan," paparnya.

Tag : syariah, hotel, wisata
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top