Lobi Kuota Haji, Menteri Agama ke Arab Saudi

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi pada akhir pekan ini untuk kembali melakukan lobi-lobi penambahan kuota haji kepada Pemerintah Arab Saudi.
Fatkhul Maskur | 10 Januari 2015 17:30 WIB
Calon jamaah haji menaiki pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (1/9). Sebanyak 455 jamaah calon haji asal Kota Makassar yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Hasanuddin Makassar diterbangkan menuju Jeddah, Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi pada akhir pekan ini untuk kembali melakukan lobi-lobi penambahan kuota haji kepada Pemerintah Arab Saudi.

“Paling utama adalah mengenai kuota. Kuota haji tahun ini apakah masih sama seperti tahun lalu, 166.800 atau dipotong dari kuota semula,  211.000,” demikian penjelasan Abdul Djamil saat ditanya terkait agenda kerja Menag selama di Arab Saudi, Jumat (09/01/2014).

Abdul Djamil yang juga akan mendampingi Menag ke Arab Saudi mengaku bahwa  persoalan kuota  haji tergantung pada banyak hal, utamanya terkait pembangunan Masjidil Haram.  “Setahu saya baru tahapan satu, tapi itu belum signifikan untuk bisa melayani jamaah dari seluruh dunia,” terangnya.

Meski demikian, Abdul Djamil memastikan pihaknya akan tetap meminta tambahan kuota kepada Pemerintah Arab Saudi. Beberapa skema sudah disiapkan, salah satunya dengan melobi untuk dapat menggunakan kuota dari negara lain yang tidak terpakai.

“Kita akan tetap meminta. Misalnya dengan logika menggunakan kuota dari negara lain yang tidak terpakai (misalnya karena)  terjangkit Virus Ebola (sehingga terkena) warning, kan nanti kuotanya kosong. Mungkin tidak, itu kita gunakan,” jelasnya.

Selain itu, tim haji yang dipimpin Menag juga akan mengajukan  usulan-usulan terkait perbaikan rute penerbangan. Kemenag akan mengusulkan agar seluruh jamaah haji Indonesia gelombang pertama bisa langsung mendarat di Madinah, dan gelombang kedua yang datangnya melalui Jeddah bisa dipulangkan langsung melalui Madinah.

Rute penerbangan seperti ini akan menguntungkan jamaah karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh dari Jeddah ke Madinah atau sebaliknya yang ditempuh selama 5 – 6 jam. “Tapi dari Madinah bisa langsung ke Tanah Air. Itu untuk gelombang kedua yang setelah Arafah ke Madinah,” jelas Abdul Djamil.

Sebaliknya yang gelombang pertama langsung (mendarat) ke Madinah dan ke pemondokan. Tidak ada lagi perjalanan Jeddah ke Madinah.

Hal lain yang juga akan dibahas menyangkut kepastian kebijakan parameter kapasitas pemondokan, apakah  berdasarkan ehajj atau berdasarkan tasyrih yang dibuat oleh hotel itu sendiri. “Jadi agar tidak terjadi double standard , nanti yang dirugikan kita,” katanya.

Selain Dirjen PHU, Menteri Kesehatan juga akan ikut dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi. Selama di sana, tim Indonesia akan melakukan sejumlah pertemuan dengan Menteri Haji Arab Saudi, GACA, dan beberapa pihak lainnya.

Sumber : kemenag.go.id

Tag : Ibadah Haji
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top