Bank Muamalat akan Terima Suntikan Modal Tahun Depan

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. bakal menerima suntikan modal pada tahun depan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
Destyananda Helen | 19 September 2015 12:50 WIB
Suasana di sebuah kantor Bank Muamalat - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. bakal menerima suntikan modal pada tahun depan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan.

Direktur Risk Management & Compliance Bank Muamalat Evi Afiatin mengatakan hingga kini rasio kecukupan modal perusahaan berada di posisi sekitar 14%. Dengan rancangan ekspansi yang tertera dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2015, Evi menyebut Bank Muamalat membidik pertumbuhan pembiayaan di posisi 10% secara tahunan (y-o-y).

Dengan estimasi tersebut, tambah Evi, hingga akhir tahun capital adequacy ratio (CAR) perusahaan akan sebesar 13%-14%. “CAR 14% masih oke, masih diatas yang diminta regulator, tapi pemegang saham memiliki komitmen menambah modal. Mudah-mudahan paling lambat 2016,” ujar Evi menjawab pertanyaan Bisnis.com, pekan ini.

Hingga kini, sebut Evi, besaran kebutuhan modal tersebut masih dikaji perusahaan. “Tapi pemegang saham komitmen untuk mendukung Muamalat.”

Laporan keuangan Bank Muamalat menunjukkan hingga Juni 2015, perusahaan mencatatkan nilai aset sebesar Rp55,85 triliun, terkoreksi 10,5% dari Rp62,41 triliun pada akhir tahun lalu. Bank Muamalat pun mencatatkan posisi CAR tergerus 140 bps dari 16,31% di Juni 2014 menjadi 14,91% di Juni 2015.

Laporan tersebut juga merekam, hingga Juni 2015, bank syariah pertama di Indonesia ini mencatatkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp41,37 triliun atau terkoreksi 3,98% dari Rp43,08 triliun di Desember 2014. Pada pertengahan tahun ini, rasio non-performing financing (NPF) gross perusahaan pun tercatat naik 163 bps dari 3,3% pada Juni 2014 menjadi 4,93%.

Sementara itu, perusahaan juga telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 September 2015. Dari rapat tersebut, perusahaan mengangkat dua direksi baru yang bakal efektif menjabat usai lulus dari uji kepatutan dan kelayakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Evi mengungkapkan pemegang saham Bank Muamalat memutuskan mengangkat Hery Syafril selaku Direktur Keuangan menggantikan Hendiarto yang mengundurkan diri. Para pemegang saham juga menunjuk Purnomo B. Soetadi selaku Direktur menggantikan Adrian Asharyanto Gunadi yang juga mengundurkan diri.

Selain mengangkat direksi baru, perusahaan juga menambah jajaran komisarisnya dengan menunjuk Djaja M. Tambunan menjadi Komisaris Independen. Adapun, Djaja pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT ANTAM (Persero) Tbk. 

Hingga kini, lanjut Evi, Djaja masih menunggu hasil fit and proper test OJK. “Begitu pula dengan Pak Ayoub Akbar Qadiri,” jelas Evi.

Adapun, per Juni 2015, sebanyak 32,74% saham Bank Muamalat dimiliki Islamic Development Bank. Sementara itu, Boubyan Bank, Atwill Holdings Limited, dan National Bank of Kuwait memiliki masing-masing 22%, 17,91%, dan 8,45% saham Bank Muamalat.

Komposisi pemegang saham Bank Muamalat lainnya yakni IDF Investment Foundation 3,48%, BMF Holdings Limited 2,84%, Abdul Rohim 2,69%, M. Rizal Ismael 2,34%, Koperasi Perkayuan Apkindo MPI 1,39%, dan masyarakat 6,16%.

 

Tag : bank muamalat
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top