Kembangkan Pasar Modal Syariah, Indonesia dan Malaysia Tandatangani MoU Kerjasama

Hari ini, Selasa (2/8/2016), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Bursa Malaysia Berhad mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman kerjasama pembentukan Pusat Pasar Modal Syariah Dunia.
Riendy Astria | 02 Agustus 2016 14:41 WIB
ilustrasi - bisnis

Bisnis.com, JAKARTA— Hari ini, Selasa (2/8/2016), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Bursa Malaysia Berhad mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pembentukan Pusat Pasar Modal Syariah Dunia.

Nota kesepahaman BEI dan Bursa Malaysia yang kedua ini bertujuan membangun kerja sama yang mendukung perkembangan pasar modal syariah, baik di Malaysia maupun di Indonesia dan meningkatkan potensi pertumbuhan pasar keuangan syariah, khususnya di pasar modal.

Pusat pasar modal syariah dunia ini dinilai akan menjadi pusat sekuritisasi dan instrumen syariah di pasar global. Selain itu, menjadi rujukan utama dalam pengembangan efek syariah dunia, serta menjadi pusat riset maupun pengembangan struktur mikro pasar modal syariah global.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua bursa juga sepakat untuk mengembangkan pasar modal syariah melalui beberapa upaya termasuk studi bersama, pengembangan produk, mengadakan kegiatan dan promosi, serta peningkatan sumber daya manusia. Nota kesepahaman ini memperbarui nota kesepahaman yang telah dibuat oleh kedua negara sebelumnya pada 1996. Terakhir kali nota kesepahaman ini diperbarui adalah pada 2006. 

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan kerja sama ini merupakan langkah lanjutan yang akan bermanfaat bagi kedua negara yang diharapkan dapat membuat Indonesia dan Malaysia secara bersama-sama dapat menjadi pasar modal syariah terkemuka di dunia.

"Kami berharap BEI dan Bursa Malaysia dapat terus mengembangkan instrumen dan produk pasar modal syariah secara bersama-sama sehingga dapat menjadi acuan di tingkat global," ujar Tito dalam acara penandatanganan nota kesepahaman BEI dengan Bursa Malaysia yang berlangsung di event World Islamic Economic Forum ke-12 di Jakarta Convention Centre melalui keterangan resmi, Selasa (2/8/2016).

Chief Executive Officer Bursa Malaysia Berhad Tajuddin Bin Atan mengatakan MoU ini merupakan simbol formal dari itikad baik kedua bursa untuk berkolaborasi dalam memperkaya penawaran di pasar modal kami dan memperluas kegunaan dan persediaan produk dan likuiditas produk syariah.

Dalam meningkatkan keunggulan pasar modal syariah, pihaknya optimistis kerjasama ini dapat mendukung pertumbuhan dari pasar modal syariah untuk Malaysia dan Indonesia baik melalui perkembangan produk ataupun promosi pasar.” 

Bagi Malaysia, Indonesia merupakan mitra dagang ketujuh terbesar dan ketiga di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada 2015 serta hubungan bilateral yang baik dan peluang bisnis yang semakin menjanjikan di antara kedua negara. Dengan jumlah penduduk di kedua negara yang hampir mencapai 300 juta jiwa, perjanjian kedua negara ini berpotensi memberikan banyak manfaat, khususnya bagi investor ritel dan institusi.

Tag : IHSG, bei, pasar modal syariah
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top