Indeks Saham Syariah Terdorong Sektor Konsumer

Bisnis.com, JAKARTA Sepekan ke depan, Indeks Saham Syariah Indonesia atau Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) berpotensi mendekati level 185, seiring mulai bangkitnya sektor konsumer dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Novita Sari Simamora | 29 September 2017 10:03 WIB
Siluet karyawan melintasi logo IDX Indonesia Stock Exchange di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (6/7). Indeks Harga Saham Gabungan pada Senin (6/7) berakhir melemah 1,33% ke level 4.916,74, merosot bersama mayoritas indeks bursa di Asia akibat sentimen negatif Yunani. - Bisnis.com / Dwi Prasetyo


Bisnis.com, JAKARTA — Sepekan ke depan, Indeks Saham Syariah Indonesia atau Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) berpotensi mendekati level 185, seiring mulai bangkitnya sektor konsumer dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Analis pasar modal Satrio Utomo mengungkapkan indeks syariah pada sepekan ke depan berpotensi bergerak pada level 182,54-184,45. Dia mengungkapkan, ISSI sudah bergerak pada level support sejak Juli 2017.

"Kalau dilihat setahun ini tren masih turun. Potensi rebound masih akan terbatas di level resistance 184,85," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Kamis (28/9/2017).

Satrio mengungkapkan, penopang ISSH adalah saham-saham konsumer. Melemahnya daya beli pada paruh pertama tahun ini menjadi sentimen utama melemahnya pergerakan indeks ini. Oleh karena itu, peluang penguatan menjadi lebih terbuka.

Satrio menilai, investor syariah cenderung bersikap wait and see sembari memperhatikan realisasi pertumbuhan ekonomi. Sentimen yang sangat mepengaruhi ISSI adalah, kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor konsumsi. Apabila kebijakan pemerintah tidak ramah terhadap sektor konsumer, maka ISSI sukar bergerak naik.

Salah satu faktor yang membuat ISSI bergerak terbatas adalah kenaikan tarif listrik pada 1 Juli 2017. Akan tetapi, sentimen negatif tersebut kemudian telah berkurang setelah BI menurunkan suku bunga acuan sehingga diharapkan akan memacu pergerakan konsumsi.

Pada penutupan perdagangan harian Rabu (28/9/2017), ISSI ditutup terkontraksi 0,38 poin menuju level 182,79. Sementara itu, kinerja indeks syariah sepanjang tahun berjalan sudah tumbuh 6,22%  dari posisi 172,08 pada akhir tahun silam.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) pada perdagangan kemarin ditutup melemah 3,76 poin atau 0,51% menuju leveel 728,32. Meskipun melemah pada perdagangan kemarin, bila dibandingkan sepanjang tahun berjalan JII menguat 4,92%.

Bila dibandingkan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG), pertumbuhan ISSI dan JII masih jauh ketinggalan. Sepanjang tahun berjalan, IHSG sudah tumbuh 10,28%, dibanding ISSI dan JII yang hanya 6,22% dan 4,92% year to date.

Tag : indeks syariah
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top