Asosiasi Fintech Syariah Terus Kawal Penyusunan Fatwa

Asosiasi Fintech Syariah Indonesia bakal terus mengawal Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia dalam penyusunan fatwa teknologi finansial (financial technology/fintech) syariah. Hal tersebut menjadi agenda utama asosiasi yang bakal segera aktif secara resmi ini.
Nindya Aldila | 23 Februari 2018 07:08 WIB
CEO Alami Bembi Juniar (kanan) berbincang dengan CEO Kapital Boost Ronald Wijaya di sela-sela penandatangan kerja sama di Jakarta, Jumat (2/2). Kerja sama tersebut bertujuan menumbuhkan Fintech Syariah di Indonesia. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Fintech Syariah Indonesia bakal terus mengawal Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia dalam penyusunan fatwa teknologi finansial (financial technology/fintech) syariah. Hal tersebut menjadi agenda utama asosiasi yang bakal segera aktif secara resmi ini.

Ketua Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) Ronald Yusuf Wijaya mengatakan agenda utama pada tahun ini adalah mengawal Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam penyusunan fatwa fintech syariah.

“Fatwa MUI tentang fintech syariah harus jadi tahun ini. Bahkan, bisa jadi dalam waktu dekat. Namun, sekarang belum final. Mungkin karena ini model bisnis baru, jadi DSN belum terlalu menguasai,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (22/2/2018).

Menurut Ronald, AFSI bakal secara resmi aktif pada Maret 2018. Adapun SK dari Kementerian Hukum dan HAM sudah keluar pada 14 Februari 2018.

Di samping mendampingi MUI, asosiasi juga bakal menggelar agenda seperti lokakarya untuk mengedukasi masyarakat terkait lembaga keuangan non bank berbasis syariah.

"Untuk agenda eksternal, kami sedang banyak silaturahmi dengan badan syariah di Indonesia, seperti perbankan syariah, Pengurus Besar Nadhlatul Ulama [PBNU], dan Muhammadiyah. Tujuannya adalah mengeksplor kerja sama baru,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Bidang Keuangan Syariah, Fintech, dan Digital Ekonomi Masyarakat Ekonomi Syariah Fuddy Heruzady mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam mendorong kemajuan industri fintech syariah yang tengah menggodok fatwa. Di samping dari segi fatwa, dia menilai perlu ada aturan terkait kerja sama dengan perbankan syariah, mengingat regulasi perbankan sangat ketat sehingga diharapkan dapat memudahkan fintech syariah.

Hal tersebut penting karena perbankan menjadi mitra potensial bagi industri fintech syariah.

“Saya berharap dengan adanya asosiasi ini juga bisa melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki pengetahuan yang baik di bidang syariah,” ungkap Fuddy.

Tag : fintech
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top