Penetrasi Asuransi Syariah Masih Terkendala Permodalan

Permodalan dinilai masih menjadi kendala bagi industri asuransi untuk bertumbuh lebih tinggi.
Oktaviano DB Hana | 07 Maret 2018 14:17 WIB
Praktisi Ekonomi Syariah M. Syakir Sula memaparkan kondisi industri asuransi syariah Indonesia di sela-sela diskusi Syariah untuk Semua yang diselenggarakan PT Prudential Life Assurance, Rabu (7/3/2018). - Bisnis/Oktaviano DB Hana

Bisnis.com, JAKARTA - Permodalan dinilai masih menjadi kendala bagi industri asuransi untuk bertumbuh lebih tinggi.

Praktisi Ekonomi Syariah M. Syakir Sula mengatakan faktor itu menjadi salah satu kendala utama bagi pengembangan industri.

"Kenapa asuransi syariah belum bisa tumbuh besar? Penyebabnya adalah faktor permodalan," ungkapnya di sela-sela diskusi Syariah untuk Semua, diselenggarakan PT Prudential Life Assurance, Rabu (7/3/2018).

Syakir menilai sebuah asuransi syariah atau unit usaha syariah di perusahaan asuransi tidak bisa berkembang jika dengan modal minimal. Modal, ujarnya, akan menentukan ekspansi asuransi, khususnya asuransi umum.

Modal dinilai menjadi jaminan untuk memberikan proteksi kepada risiko nasabah.

"Butuh modal lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Itu sudah menjadi dasar asuransi, kalau kecil buka kantor cabang saja kesulitan," ungkapnya.

Oleh karena itu, Syakir mengatakan para pelaku asuransi mesti meningkatkan kapasitas modalnya agar bisa meningkatkan penetrasi pasar, termasuk yang berbasis syariah.

Apalagi, jelasnya, pasar asuransi syariah Indonesia sangat potensial, tidak hanya dengan menyasar masyarakat Muslim, tetapi juga non-Muslim.

Tag : asuransi syariah
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top