Sompo Insurance Incar Rp15 Miliar dari Produk Syariah

Sompo Insurance Indonesia meluncurkan unit usaha syariah. Targetnya, produk syariah tersebut dapat berkontribusi Rp15 miliar pada tahun ini.
Nindya Aldila | 24 Mei 2018 21:49 WIB
Sompo Insurance Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Sompo Insurance Indonesia meluncurkan unit usaha syariah. Targetnya, produk syariah tersebut dapat berkontribusi Rp15 miliar pada tahun ini.

Head of Syariah Sompo Insurance, Rachman Mustafa mengatakan kendati targetnya masih kecil, pihaknya tetap optimistis perusahaan dapat menggenjot ujrah lewat dua produk yang sudah ada, yakni asuransi kendaraan bermotor dan properti syariah.

Berdasarkan laporan keuangan UUS perusahaan, jumlah pendapatan hasil investasi dan ujroh pengelolaan investasi mencapai Rp792,12 juta pada kuartal I/2018. Hingga akhir 2017, UUS mencatatkan kontribusi sebesar Rp556 juta. Adapun total pendapatan premi lini konvensional mencapai Rp1,37 triliun.

"Target kami tahun ini kontribusinya Rp15 miliar. Kebanyakan demand masih berasal dari kalangan ritel. Namun, kami tidak menutup diri untuk ritel atau korporasi tetapi kami akan siapkan kanal seperti perbankan," ujarnya, Kamis (24/5).

Saat ini, produk bancassurance masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan UUS Sompo. Guna memperbesar portofolio, Sompo bakal menambah channel lagi dengan bekerja sama dengan perbankan syariah setelah bermitra dengan CIMB Syariah.

Nantinya, Sompo juga bakal segera meluncurkan produk asuransi perjalanan umroh. "OJK saat ini mengeluarkan aturan bahwa travel umroh tidak boleh ditanggung oleh asuransi konvensional. Kalau sudah buka produk ini kami pasti akan bekerja sama dengan biro perjalanan umroh," katanya.

Sejatinya, unit usaha syariah tersebut telah resmi beroperasi pada 14 Agustus 2017 berdasarkan Surt Keputusan OJK No. KEP-95/NB.223./2017.

Ahmad Azharuddin Lathif, anggota Dewan Pengawas Syariah Sompo Insuranve Syariah mengatakan total pertumbuhan aset asuransi umum syariah sepanjang 2017 menunjukkan tren yang positif dengan peningkatan sebesar 11,94% diikuti dengan peningkatan nilai ekuitas sebesar 11,95%.

" UUS masih perlu dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan keberadaan asuransi umum syariah sekaligus berkontribusi terhadap industri asuransi syariah pada umumnya," ujarnya.

Tag : asuransi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top