Industri Keuangan Syariah Perlu Disokong Industri Halal

Pemerintah menilai pengembangan industri keuangan syariah harus dimulai dari pembangunan industri halal di sektor riil. Hal tersebut juga harus diikuti dengan inovasi produk pembiayaan yang dibutuhkan pelaku usaha terutama dari kalangan kelas kecil dan menengah.
Nindya Aldila | 06 Juli 2018 10:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, MAKASSAR -- Pemerintah menilai pengembangan industri keuangan syariah harus dimulai dari pembangunan industri halal di sektor riil. Hal tersebut juga harus diikuti dengan inovasi produk pembiayaan yang dibutuhkan pelaku usaha terutama dari kalangan kelas kecil dan menengah.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan masih pasifnya Indonesia menjadi pemain industri di sektor riil, terutama di sektor industri halal, menjadi salah satu faktor penyebab masih stagnannya industri keuangan syariah di dalam negeri.

Padahal, jika pemain industri halal, khususnya pelaku UMKM semakin besar, Bambang meyakini permintaan terhadap produk keuangan syariah akan meningkat.

“Kalau pelaku usaha lebih banyak lari ke [pembiayaan] konvensional, akibatnya , banyak perbankan syariah yang kualitas kreditnya kemudian menjadi tidak bagus sehingga tidak mampu memperbaiki kelangsungan industri syariah itu sendiri,” katanya dikutip Bisnis.com, Jumat (6/7/2018).

World Economic Forum pada 2015 mencatat, terdapat gap pembiayaan yang terjadi di tengah pelaku UMKM senilai US$2 triliun. Sementara itu, potensi pasar dari industri halal dunia bakal mencapai US$3 triliun pada 2022.

Adapun total aset industri keuangan syariah mencapai US$2,2 triliun pada 2016 dengan ekspektasi tumbuh menjadi US$3,8 triliun pada 2022.

Untuk mendorong pertumbuhannya, lanjutnya, yakni dengan memperbaiki kualitas industri di sektor riil yang berbasis industri halal, seperti makanan, fesyen, dan perjalanan.  

Tag : keuangan syariah
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top