Masuk Tahun Ketiga, Asuransi Syariah Keluarga Indonesia Targetkan Premi Rp80 Miliar di 2018

PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia membidik pendapatan kontribusi (premi) sebesar Rp80 miliar sepanjang 2018.
Azizah Nur Alfi | 18 Juli 2018 17:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia membidik pendapatan kontribusi (premi) sebesar Rp80 miliar sepanjang 2018. Target kontribusi pada tahun ini meningkat lebih dari 4 kali lipat dari realisasi kontribusi tahun sebelumnya sebesar Rp21 miliar. Hingga semester I/2018, perseroan mampu membukukan sekitar Rp30 miliar atau 75% dari target periode yang sama sebesar Rp40 miliar.
 
Direktur Utama PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia Mudzakir mengatakan, saat ini perusahaan masih mengandalkan peserta asuransi dari Tazkia Group dan Koperasi BMT UGT Sidogiri sebagai captive market. Namun, guna mencapai target perolehan kontribusi tahun ini, pihaknya memperluas pemasaran di luar captive market di antaranya kerja sama dengan PayTren milik Ustad Yusuf Mansyur dan ikut serta dalam lelang yang diselenggarakan Lembaga Pengadaan Secara Elektronik.
 
Di samping itu, perseroan meluncurkan produk unggulan Indonesia Berta'awun pada Juli 2018 dan produk tabungan pendidikan yang akan diluncurkan Agustus 2018. Untuk saat ini, perseroan tidak mengembangkan model bisnis keagenan sebagai saluran distribusi. 
 
"Kami meningkatkan target hingga 5 kali lipat. Sebab, memang dalam bisnis plan 5 tahunan mendatang [kontribusi] sudah mencapai 1,2 triliun," katanya dikutip Bisnis.com, Rabu (18/7/2018).
 
Dia menjelaskan, produk Indonesia Berta'awun membidik kaum dhuafa sebagai peserta asuransi melalui kerja sama dengan lembaga nirlaba yang menyediakan data dhuafa dan mustahiq (orang yang berhak menerima zakat). Targetnya, sebanyak 1 juta kaum dhuafa dapat memperoleh perlindungan asuransi sepanjang 2018.
 
Pihaknya bekerja sama dengan dengan sejumlah lembaga nirlaba seperti Dompet Dhuafa, Daarut Tauhid, dam Hidayatullah untuk mendistribusikan produk ini. Menurutnya, langkah ini sebagai strategi perusahaan untuk turut mengentaskan kemiskinan.
 
Melalui produk unggulan Indonesia Berta’awun, perusahaan asuransi yang beroperasi sejak November 2015 ini, menawarkan premi mulai dari Rp50.000 - Rp100.000 dengan masa asuransi selama 1 tahun.
 
"Kami menawarkan premi dengan Rp50.000 hingga Rp100.000 dengan masa asuransi 1 tahun. Nantinya kami akan membuka klinik di setiap kecamatan," katanya.
 
Tag : asuransi syariah
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top