INDEKS SYARIAH: Jakarta Islamic Index Menguat 1,31% di Jeda Siang

JII menguat 1,31% atau 8,17 poin ke level 630,03 pada jeda siang, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,19% atau 1,19 poin di posisi 623,04. Adapun pada perdagangan Kamis (6/9), JII berakhir rebound 1,52% atau 9,29 poin di level 621,85
Aprianto Cahyo Nugroho | 07 September 2018 13:34 WIB
Jakarta Islamic Index. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham syariah, Jakarta Islamic Index (JII), mempertahankan penguatannya pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (7/9/2018).

JII menguat 1,31% atau 8,17 poin ke level 630,03 pada jeda siang, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,19% atau 1,19 poin di posisi 623,04. Adapun pada perdagangan Kamis (6/9), JII berakhir rebound 1,52% atau 9,29 poin di level 621,85

Sepanjang perdagangan sesi I hari ini, indeks syariah bergerak pada level 621,34-631,13. Sebanyak 13 saham menguat, 11 saham melemah, dan 6 saham stagnan dari 30 saham syariah yang diperdagangkan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) yang naik 4,75% menjadi penopang utama terhadap penguatan JII, diikuti saham PT Astra InternationalTbk. (ASII) yang naik 4,04%.

Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  menguat 0,35% atau 20,23 poin ke level 5.796,32 pada akhir sesi I. Setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,08% atau 4,71 poin di level 5.780,81, indeks bergerak fluktuatif antara teritori positif dan negatif pada level 5.769,25 – 5.805,05.

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 187 saham menguat, 140 saham melemah, dan 274 saham stagnan dari 601 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tiga dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama sektor aneka industri (+3,24%). Adapun sektor industri dasar yang turun 0,39% memimpin koreksi di antara enam sektor lainnya sekaligus membatasi penguatan IHSG.

 Saham-saham syariah yang menguat:

UNVR

+4,75%

ASII

+4,04%

INDF

+3,36%

INTP

+1,52%

 Saham-saham syariah yang melemah:

TPIA

-2,75%

TLKM

-0,30%

SCMA

-2,82%

INCO

-2,15%

Sumber: Bloomberg

 

Tag : indeks syariah
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top