Perbankan Genjot Distribusi Kartu GPN

Perbankan terus mendorong peningkatan distribusi kartu berlambang garuda atau GPN. Hal ini mengingat capaian yang masih mini dari target yang sudah ditetapkan.
Ipak Ayu H Nurcaya | 14 November 2018 18:58 WIB
Angan-angan GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) untuk menciptakan efisiensi dalam bertransaksi menggunakan kartu debit masih jauh dari kenyataan. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - Perbankan terus mendorong peningkatan distribusi kartu berlambang garuda atau GPN. Hal ini mengingat capaian yang masih minim dari target yang sudah ditetapkan.

Target yang dipatok yakni sebesar 46,13 juta untuk kartu yang diterbitkan dan 44,4 juta untuk kartu yang didistribusikan pada nasabah sampai akhir tahun ini.

Adapun sampai September lalu, Bank Sentral mencatat kartu GPN yang telah terdistribusi baru sekitar 3,72 juta. Angka tersebut merupakan 53,4% dari total jumlah kartu GPN yang telah dicetak sampai dengan bulan September yakni sebesar 6,96 juta kartu GPN.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. Jan Hendra mengatakan sampai dengan Oktober lalu jumlah kartu debit GPN yang sudah dicetak oleh BCA adalah sekitar 1,2 juta kartu, sedangkan untuk kartu debit GPN yang sudah tersebar ke nasabah adalah sekitar 700.000 kartu.

"Ke depannya kami akan terus melakukan sosialisasi bersama Bank Indonesia kepada nasabah kami, baik melalui sosialisasi di internal di cabang kami diseluruh Indonesia maupun sosialisasi melalui media sosial kami yakni FB, Twitter, bca.co.id, SmartMoney.co, dan lainnya," kata Jan.

Dia menambahkan sejak peluncuran kartu debit GPN pada bulan April sampai dengan Oktober lalu, jumlah transaksi kartu debit GPN yang dimiliki oleh BCA adalah sebesar 35 juta transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp26,3 triliun.

Senior Vice President Consumer Deposit Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Muhamad Gumilang mengatakan saat ini kartu GPN perseroan baru 1,65 juta yang terdistribusi dan 2 juta yang tercetak. Sementara hingga akhir tahun, Mandiri memiliki target hingga 3 juta kartu GPN.

Dirinya menambahkan strategi yang dilakukan untuk memenuhi target migrasi magnetic stripe ke chip, termasuk didalamnya kartu GPN tersebut yakni perseroan akan mengoptimalkan pemanfaatan media asset yang dimiliki bank seperti cabang, layar ATM, LED board, SMS blast, dan lainnya.

Optimistis

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. optimistis sampai akhir tahun dapat mencetak 1,5 jut kartu debit yang berlogo Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN. 

General Manager PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Donny Bima Herjuno mengatakan hingga Oktober lalu perseroan sudah berhasil mencetak 93% dari target atau sebanyak 1,4 juta kartu. Sementara yang telah terdistribusikan pada nasabah sebanyak 1,1 juta kartu atau 73% dari target.

Menurut Donny, perseroan masih memiliki berbagai startegi agar kartu debit GPN yang ditargetkan dapat tercapai dengan baik. 

"Kami akan mengutamakan kartu debit GPN untuk nasabah baru. Lalu, kami juga akan memberikan sosialisasi dan konversi pada setiap kantor cabang. Terakhir, kami perkuat informasi melalui media komunikasi SMS Blast, screen atm, website, dan media sosial BNI," katanya.

Secara keseluruhan, Donny menambahkan target traksasi dari kartu debit sampai dengan akhir tahun dipatok sebesar Rp22 triliun dengan perolehan sampai Oktober lalu telah mencapai 90%.

Donny menilai berbagai promo akhir tahun yang ditawarkan akan mendongkrak transaksi. Salah satunya melalui produk Taplus Muda yang menawarkan kemudahan pembayaran pada semua platform digital baik untuk liburan maupun berbelanja. 

"Taplus Muda kami targetkan pembukaan rekeningnya seribu setiap bulan. Hal ini dengan aktif masuk dalam kegiatan kampus dan lainnya," ujar Donny.

Sementara itu, Bank Indonesia terus menggenjot tercapainya target pencetakan kartu berlogo GPN sesuai komitmen masing-masing penerbit.

Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Pungky Purnomo Wibowo mengatakan kartu GPN itu resmi dirilis sejak akhir Maret 2018. Pihaknya pun memiliki sejumlah langkah yang akan dilakukan Bank Indonesia guna tercapainya target yang telah ditetapkan.

5 Langkah

Pertama, kampanye secara berkelanjutan di seluruh wilayah kerja Bank Indonesia. Kedua, percepatan pencetakan kartu oleh Bank Issuer dan realokasi EDC oleh Acquirer untuk memperbaiki akseptansi. Ketiga, meminta industri sistem pembayaran untuk menggencarkan komunikasi atau kampanye antara lain melalui publikasi menggunakan media aset bank Issuer dan Acquirer.

Keempat, memberikan kemudahan penggantian kartu serta peningkatan program promosi oleh Bank Issuer dan Acquirer. Kelima, Bank Indonesia akan menagih komitmen dari masing-masing penerbit instrumen melalui pengenaan sanksi atas tidak terpenuhinya komitmen yang sebelumnya telah disampaikan.

"Pelaksanaan Kampanye GPN di KPwBI yang dilakukan secara bertahap pada batch 1-4 tahun ini telah dilaksanakan dengan baik dan animo masyarakat di masing-masing wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia pun cukup tinggi terhadap akseptasi penggunaan kartu GPN," katanya.

Setelah implementasi GPN, Pungky menilai volume dan nominal transaksi interkoneksi debit domestik meningkat secara signifikan. Dari semula hanya 442.864 transaksi dengan nominal Rp216 miliar selama bulan Desember 2017 menjadi 4.385.792 transaksi dengan nominal sebesar Rp2,2 triliun selama bulan September 2018.

Dengan demikian catatan pertumbuhan rata-rata per bulan baik volume dan nominal masing-masing sebesar 49,89% dan 52,69%. 

"Pertumbuhan ini akan senantiasa mengalami peningkatan seiring dengan perluasan akseptasi layanan GPN di masyarakat Indonesia," ujar Pungky.

Tag : bank indonesia, kartu pembayaran
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top